Obesitas (kegemukan) terjadi jika selama periode waktu tertentu, jumlah kalori yang masuk melalui makanan lebih banyak daripada jumlah yang digunakan untuk menunjang kebutuhan energi tubuh. Kelebihan energi tersebut disimpan sebagai trigliserida pada jaringan adiposa (lemak). Penyebab kegemukan sangat bervariasi dan masih belum jelas.
Sebagian faktor yang mungkin berperan adalah ;
1. Gangguan emosi yang disertai konsumsi makanan secara berlebihan.
2. Pembentukan sel-sel lemak dalam jumlah berlebihan akibat konsumsi makanan yang berlebihan.
3. Gangguan fungsi endokrin tertentu.
4. Gangguan pada pusat pengatur kenyang dan selera makan di hipotalamus.
5. Kecenderungan herediter.
6. Faktor eksternal, seperti kelezatan makanan yang tersedia.
7. Kurang berolahraga
Gemuk itu sehat? Bisa ya, bisa juga tidak benar.
Benar jika gemuk dianggap sebagai tercukupinya kebutuhan gizi, dibanding jika seseorang kurus kering. Tapi pendapat ini bisa jadi keliru bila gemuk menjadi berlebihan atau lazim pula disebut obesitas. Kenapa? Karena orang yang mengidap obesitas biasanya mengalami peningkatan risiko terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, salah satunya adalah mengalami gangguan siklus menstruasi.
Setiap cewe normal memiliki sepasang ovarium, yang tiap bulan menghasilkan sebuah sel telur (ovum), yang siap untuk dibuahi melalui sebuah mekanisme siklus menstruasi. Pematangan ovum (ovulasi) merupakan kunci penting bagi seorang cewe dalam menjalani kehidupan reproduksinya untuk mendapatkan keturunan dikemudian hari. Kehidupan reproduksi seorang cewe dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang nantinya berpotensi menimbulkan gangguan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah kegemukan (obesitas), yang identik dengan hiperkolesterolemia.
Pengaruh obesitas terhadap hambatan proliferasi folikel serta pematangan ovum, yang pada akhirnya termanifestasi sebagai gangguan siklus menstruasi yang dapat digolongkan dalam beberapa hal yakni :
1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan, yang meliputi hipermenorea atau menoragia dan hipomenorea.
2. Kelainan siklus, yang meliputi polimenorea, oligomenorea, dan amenorea.
3. Perdarahan di luar siklus menstruasi/metroragia.
4. Gangguan lain yang berkaitan dengan menstruasi, seperti ketegangan pramenstruasi, mastodinia, rasa nyeri pada ovulasi, dan dismenorea
Keterangan :
- Hipermenorea ialah perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).
- Hipomenorea ialah perdarahan menstruasi yang lebih pendek dan/atau lebih kurang dari biasa.
- Polimenorea siklus menstruasi lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menstruasi normal.
- Oligomenorea, di sini siklus menstruasi lebih panjang (lebih dari 35 hari). Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.
- Amenorea adalah keadaan tidak adanya menstruasi untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorea dapat dibagi menjadi amenorea primer dan amenorea sekunder.
- Amenorea primer adalah apabila seorang wanita sampai berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapatkan menstruasi.
- Amenorea sekunder penderita pernah mendapatkan menstruasi, tetapi kemudian tidak mendapatkan lagi.
Apa yang harus kita lakukan jika mengalami gangguan menstruasi dalam waktu lebih dari 3 bahkan 6 bulan berturut-turut? Segera konsultasikan ke dokter dan ubahlah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat dan teratur.
Beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri untuk mencegah sekaligus mengatasi kegemukan yakni ;
1. Perhatikan jumlah makanan yang masuk, untuk itu diperlukan diet.
2. Penurunan diet yang baik harus berisi makanan dari semua dasar kelompok makanan (4 sehat 5 sempurna) dengan fokus masukan rendah lemak. Namun penting mempertahankan masukan protein adekuat untuk mencegah kahilangan
massa otot. Massa otot akan mempercepat proses penurunan berat badan. (Perhatikan kualitas dan bukan kuantitas)
3. Jangan yang digoreng (kurangi makanan berminyak). Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.
4. Kunyah perlahan. Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya
5. Ambil sedikit. Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring
6. Tinggalkan meja setelah selesai. Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang
7. Hindari kadar gula dan lemak tinggi. Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.
8. Konsumsi banyak buah. Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan
9. Waspadai minuman bersoda. Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan
10. Kurangi menonton TV. Kegemukan diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton TV. Membanjirnya acara di TV, akan membuat kita semakin lama duduk di depan TV sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.
11. Latihan penurunan berat badan dengan menurunkan napsu makan, meningkatkan energi, meningkatkan tonus otot (olah raga), buat komitmen.
12. Buang “pakaian gemuk” yaitu pakaian yang longgar dan berwarna gelap, dengan demikian anda akan mengetahui sejauh mana keberhasilan program penurunan berat badan anda.
13. “Pintar makan” bila makan diluar rumah atau dalam perjalanan, membantu anda untuk mengatur berat badan sementara masih menikmati hubungan sosial. Makan sambil berbincang-bincang akan membantu anda merasakan kenyang lebih cepat meskipun hanya sedikit yang anda makan. Tapi hindari makan makanan berat diatas jam 17.00 (jam 5 sore).
14. Mencuci piring sesudah makan akan sangat membantu karena saat mencuci piring, tanpa disadari kita telah mengeluarkan energi yang baru dalam proses metabolik tubuh.
15. Seringlah beraktivitas. Aktivitas atau latihan dapat juga menggunakan kalori untuk membantu mempertahankan berat badan yang diinginkan.